Si Paling Sabar.
Teruntuk orang yang paling sabar.
Termasuk kamu! iya kamu, yang selalu menciptakan kehangatan. lucu ya , ingatan saya sangat tajam jika semua direka ulang. seakan kita selalu bersama, pertemuan singkat yang tanpa kata menciptakan rasa . hahaha. lucu sekali, saya juga merasa hal yang sama di waktu berbeda. Terima kasih ya sudah menciptakan rasa yang sudah lama saya pendam.
Ada perjalanan yang saya rencanakan, tapi ada juga pertemuan yang tidak terencana. kalau diingat² saya sedikit merepotkan yaa? wkwk menanti di terminal, dan kamu datang. tanpa kata, berkendara bersama , bercengkrama di atas sepeda motor. menanyakan banyak hal, kabar yang sudah tidak terdengar. tak lama, sampai tujuan. mengucapkan selamat tinggal yang pertama. jumpa kembali di tempat yang pernah saya singgahi selama 6 tahun , kamu berapa tahun? 2 tahun ya? atau kurang?
" pinjem hp dong mau buka ig" kata saya.
"sok ini pake aja" katamu.
satu dua kalimat yang terjadi, tidak sepanjang pertemuan kita berbicara. karena kamu sedikit pemalu. kita mengabadikan Kenangan, tidak hanya saya dan kamu. tapi ada dia dan mereka. ingat tidak? saya memberi senyuman ketika selamat tinggal yang kedua terjadi? seperti nya kamu tidak ingat.
pertemuan ketiga, menciptakan banyak sekali kenangan juga menabung rindu yang baru. saya mencoba memberanikan diri untuk berbicara, tapi tidak bisa. saya menikmati malam yang indah dengan salah satu teman terbaik. saya mendekat karena dingin mulai terasa, lucu sekali. kamu selalu memperhatikan saya, senyummu tercipta? ah sial, saya kira kamu hanya sekedar menertawakan hal-hal yang tidak penting. ternyata kamu menganggap apapun yang saya lakukan lucu? tidak ada yang lucu tuan_- saya memang bertingkah seperti ini. tidak seperti bayi! kau tau? ketika senyummu tercipta hati ku sedikit berdebar. sesekali kamu menggelengkan kepala bukan? merasa heran dengan tingkah kekanak kanakan saya? maaf tuan, jangan bersikap seperti itu. saya mulai malu, lebih sering merasa malu.
angin malam di bawah kaki gunung ciremai menusuk tulang, sangat dingin. pertemuan di malam hari itu menciptakan rindu, setelah perpisahan ketiga terjadi saya beranjak ingin istirahat. kamu tau?? pesan yang saya nanti-nanti itu pesanmu. malam itu, kau menciptakan obrolan tentang masalalumu . aku merasa heran, tetapi cerita mu hampir sama dengan cerita saya, haha . Setelah itu saya memecahkan mata, memaksakan diri untuk beristirahat. saya berbicara dalam hati " semoga besok bisa ketemu lagi" saya mengingat kalimat itu sampai hari ini, tapi saya belum memberitahukan kamu.
Masih dibawah kaki gunung ciremai, sangat dingin. tetapi pagiku indah, kita bertemu meski tidak saling menyapa. bubur yang enak, tapi tidak untuk saya. merasa bosan dengan bubur. pasti kamu tau alasan nya kan? tidak akan saya publish. tidak penting xixi. saya kira setelah bubur kita tidak akan berjumpa, ternyata masih ada pertemuan selanjutnya. kau tau? saya merasa kamu marah dan tidak peduli, saya merasa sangat merepotkan, tapi sepertinya begitu. siang hari menjelang melihat perpisahan mu dengan beberapa rekan membuat saya sadar, pertemanan tidak akan berakhir karena jarak. saya kira itu juga berakhir, kamu tidak menyapa saya sama sekali. kau tau tuan? saya sangat kesal. itu hari yang melelahkan, semua berpisah tanpa kata. menciptakan beberapa rindu lama.
perjalanan saya di kota kuda berhasil, karena saya juga mendapatkan sesuatu yang tak terduga. kamu : iyaa, yang sampai hari ini berusaha menciptakan senyum saya.
perpisahan terakhir yang sedikit mengharu kan, kamu memberiku aksesori tangan yang biasa disebut gelang, wkwkwkwk . cantik, tapi saya bingung kenapa kamu begitu baik? dan sangat sabar dengan sikap saya yang membingungkan.
hai tuan? rasa mu berkembang ketika aku melambaikan tangan bukan?
dan rasaku berkembang ketika kamu menghilang.
Komentar
Posting Komentar